L1, Hibrida Diesel dan Motor Listrik dari VW

Kompas.com - 17/09/2009, 11:40 WIB

FRANKFURT, KOMPAS.com Selama ini, mobil hibrida umumnya menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin bensin. Namun, Volkswagen dari Jerman tampil beda dengan menawarkan hibrida yang dikawinkan dengan mesin diesel dan motor listrik. Hasilnya, so pasti konsumsi bahan bakar makin irit!

Hebatnya lagi, mesin diesel yang digunakan hanya berkapasitas 800 cc. Teknologi yang diusung adalah turbocharger diesel direct injection (TDI). Kalau sudah begini, harapan yang diinginkan Volkswagen adalah konsumsi bahan bakar superirit dipastikan bisa dicapai. Menurut VW, untuk jarak 100 km, L1 hanya membutuhkan 1,38 liter solar alias 72,5 km/liter.

Wuah ueenak sekali, kantong tak akan jebol kendati jalanan makin macet! Tak kalah menarik, pencemaran atau C02 yang dikeluarkan sangat rendah, hanya 36 g/km.

Semua performa itu diperoleh berkat teknologi yang digunakan, antara lain bodi yang beratnya cuma 124 kg. Itu bisa diperoleh karena dibuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon atau carbon fibre reinforced plastic (CFRP). Dengan ini pula, berat total L1 hanya 380 kg.

Aspek lain yang mendukung kinerja tersebut adalah hambatan angin atau Cd yang rendah, hanya 0,195! VW mengklaim, mobil ini cocok digunakan sebagai kendaraan sehari-hari dan akan menjadi mobil teririt di dunia. Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, digunakan transmisi 7 kecepatan DSG yang dipasang di roda belakang.

Keunikan lain dari mobil ini adalah proporsinya. Panjang L1 3.813 mm sama dengan VW Fox, tinggi 1.143 mm, mendekati optimalisasi aerodinamika Lamborghini Murciélago. Lebarnya hanya 1.200 mm, pas sebagai kendaraan praktis di daerah urban yang makin macet.

Pada kondisi standar, “ECO Mode”, mesin TDI L1 mampu menghasilkan tenaga 20kW atau 27 PS @4.000 rpm. Selanjutnya, pada “Sport Mode”, untuk mencapai kecepatan tertinggi, tenaga mesin naik menjadi 29 kW (39 PS) @4.000 rpm. Torsi maksimumnya cukup besar, yaitu 100 Nm @1.900 rpm. 

Fitur lainnya adalah sistem Stop-Start. Mesin akan mati dengan sendiri bila mobil berhenti dan akan hidup kembali jika pedal gas ditekan. Dengan kinerja seperti itu, VW berencana segera memproduksinya. Sayang, waktunya belum dipastikan!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau